Sekilas Info

BERITA KOTA

sukhoi-su27-flanker-force-down-pesawat-asing
Tarakan,- Dalam menjaga kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) khususnya Kalimantan Utara yang letaknya secara geografis merupakan wilayah yang dekat dengan perbatasan negara Malaysia dan Filipina, Lanud (Pangkalan Udara) Tarakan lakukan latihan operasi militer dalam mencegah terjadinya acaman musuh dari luar negara/ pihak asing yang masuk wilayah teritorial Indonesia.

Komandan Lanud Tarakan, Kolonel (Pnb) Umar Fathurrohman, katakan, latihan kilat Cakra B-17 atau Kilat Bravo 17 melibatkan tiga alutsista pesawat Shukoi 27/30 dan 1 unit Helikopter Super Puma. Selain melakukan latihan, menurut Umar Fathurrohman, kegiatan yang dilaksanakan hari Rabu (08/03) ini juga sekaligus sebagai bentuk patroli rutin dalam pengamanan wilayah perbatasan NKRI.

"Meskipun selama ini kondisi wilayah Kalimantan Utara masih relatif aman, kami akan tetap fokus melaksanakan pengamanan dan siap untuk beroperasi, apabila terjadi hal - hal yang sifatnya mengganggu atau mengancam keamanan negara ataupun terjadi serang musuh terhadap negara," ungkap Fathurrohman.

Negara kita, lanjut Fathurrohman, memang sering menjadi incaran negara lain, dikarenakan Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA) yang luas dan subur. Untuk itu pihak TNI selalu melaksanakan latihan dan patroli.

"Kita akan mengevaluasi setelah latihan Kilat Cakra B-17," imbuhnya.

Sementara itu Paglima Kosekhanudnas II Makassar, Marsekal Pertama TNI A. Joko Takarianto yang memegang Komando operasi, mengatakan pada latihan operasi tersebut, dapat disaksikan langkah/tindakan simulasi sebuah pesawat Sukhoi 27/30 meng-intercept (pencegatan) serta mengidentifikasi sebuah pesawat penyusup/ asing, dimana pesawat yang dimaksud tidak dilengkapi sebuah dokumen ketika memasuki wilayah teritorial Indonesia, dan berdasarkan komando TNI, pesawat asing tersebut harus diturunkan paksa dengan pengawalan pesawat Shukoi 27/30.

"Setelah di-intercept, force down (penurunan paksa) harus kita lakukan setelah dilakukanya komunikasi dan prosedur, karena setiap orang (baca, pesawat asing) yang melewati wilayah teretorial Indonesia harus mengikuti flight clearance, security clearance, dan flight approval," tegas Joko Takarianto.

Situasi kondisi latihan ini sama persis dengan kondisi nyata dilapangan, karena para penerbang tempur strategis serta unsur dukungan di pangkalan dilibatkan langsung untuk ground control intercept, dan melakukannya sesuai SOP (standard operation procedure) yang ada.

OZ – DD – ARD, DKISP Kota Tarakan

kembali | Cetak

Berita Terkait

1. Empat Kapal Asing Diledakan Brimob [2015-12-18] [dibaca: 317 kali]
2. Dua Sukhoi Paksa Pesawat Asing Mendarat Di Lanud Tarakan [2015-11-09] [dibaca: 620 kali]
3. Empat Kapal Asing Diledakkan [2015-10-22] [dibaca: 632 kali]
4. Kapal Asing Diledakan [2015-03-25] [dibaca: 374 kali]
5. Danlanud : TNI, Khususnya Angkatan Udara Miliki Program Essential Force [2013-04-09] [dibaca: 1282 kali]

5 (lima) Berita Serba-serbi sebelumnya :

1. Adam Alaydrus Perkenalkan "Musik Melayu dan Dayak" Di Berbagai Event Internasional [2017-02-28] [dibaca: 387 kali]
2. Bermodalkan 4 Kg Bibit Mukilan Berhasil Budidayakan Bawang Merah [2017-02-21] [dibaca: 412 kali]
3. Manfaatkan Kerja Bakti Sebagai Ajang Silaturahmi Warga [2017-02-08] [dibaca: 264 kali]
4. Kampung Nelayan [2017-01-24] [dibaca: 242 kali]
5. Barli Asmara Usung Batik Tarakan Di Festifal Fashion Kain Nusantara di FIMELAFEST 2016 [2016-08-25] [dibaca: 614 kali]