Sekilas Info

BERITA KOTA

penenggelaman-kapal-sebagai-efek-jera-bagi-pelaku-ilegal-fishing
Tarakan,- Upaya pemerintah Indonesia dalam memberantas illegal fishing di wilayah perairan NKRI semakin tegas, dibuktikan dengan penenggelaman 5 kapal asing berbendera Filipina oleh Lantamal XIII Tarakan dengan cara diledakkan yang dipimpin langsung Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama (Laksma) TNI. Ferial Fachroni, Sabtu (01/04).

Disampaikan Laksma TNI. Ferial Fachroni, aksi penenggelaman 5 buah kapal tersebut sudah berdasarkan proses hukum yang berlaku serta instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dalam hal memberantas penangkapan ikan secara illegal (illegal Fishing) di wilayah kedaulatan Indonesia.

Proses Hukum yang dimaksud, dipaparkan Ferial Sachroni, yakni setelah diamankan oleh Lantamal XIII, Satlan Polair Polda Kaltim, dan Direktorat Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) beberapa waktu lalu kemudian masuk ke persidangan, kemudian berdasarkan hasil putusan Pengadilan Negeri Tarakan, maka barang bukti 5 kapal asing tersebut memiliki kekuatan hukum untuk dimusnahkan.

Peledakan terhadap lima kapal KIA Filipina ini dilakukan secara terpisah, yaitu FB Honey, Light Boat King jhon-2, KM TW, 99, 6F, LB L3, dan KM sa.955,5F diledakan di perairan Tarakan dan Pulau Bunyu, Kalimantan Utara, sementara 1 buah kapal berlogo FB Lorraine diledakan di perairan Pangandaran, Jawa Barat.

"Hal ini dilakukan agar dapat memberi efek jera bagi para pelaku illegal fishing di Indonesia. Dan ini akan terus kita lakukan. Selain itu, penenggelaman kapal ini juga sekaligus dapat mengganti terumbu karang yang punah dilaut," tegas Ferial Fachroni.

Berdasarkan evaluasi, ungkap Ferial, secara kuantitas ada penurunan jumlah kegiatan illegal fishing saat ini. diharapkan penenggelaman kapal asing ini berdampak terhadap peningkatan kesejehteran ekonomi bagi nelayan lokal. Dan tentunya volume ikan yg dicuri agak berkurang. Sedangkan untuk pemulangan ABK, saat ini mereka sedang menjalani proses hukum, namun ada beberapa orang ABK sudah dipulangkan ke negaranya.

Eksekusi penenggelaman ini juga disaksikan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Plt. Sekda Tarakan, serta unsur Forkompimda Kota Tarakan diatas kapal Pengawas Perikanan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

OZ – DD – ARD, DKISP Kota Tarakan

kembali | Cetak