Sekilas Info

BERITA KOTA

minyak-bumi-menjadi-pemicu-terjadinya-perang-dahsyat-tarakan-1
Sumur pengeboran minyak pertama yang dilakukan belanda (Pam 1) di wilayah pamusian.
Tarakan merupakan salah satu bagian dari sejarah Perang Dunia II (Wolrd War II). Kekayaan sumber daya alam Indonesia khususnya pulau Tarakan menjadi salah satu magnet bagi kekuatan asing untuk menguasai pulau ini. Gesekan kekuatan asing tersebut mengobarkan peperangan di Paguntaka Tarakan.

Masuknya Belanda pertama kali dipulau kecil yang hanya memiliki luas 250,80 km² bertujuan ingin menguasai sumber daya alam berupa minyak bumi yang ada di pulau ujung Utara Kalimantan ini. Melalui Nederlandsh-Indische Industrie en handel maatchappij (NIHM) sebuah perusahan minyak belanda yang mencoba mengelola lapangan minyak di Tarakan. pengeboran pertama kali dilakukan tahun 1903 diwilayah pamusian, pengeboran pertama dilakukan Belanda tidak membuahkan hasil alias kosong (dry hole).

HIHM hanya memiliki konsensi delapan tahun, 1897 hingga 1905. Setelah konsesi NIHM berakhir, lapangan minyak dikelola oleh perusahaan Belanda lainya, Batavia Petroleum Maatschaapij (BPM).

Keberhasilan BPM mengelola lapangan minyak terbilang sukses, sehingga perusahaan ini memperluas wilayah pengeborannya diwilayah sesanip, gunung cangkol , mangatal hingga juata. Sehingga pada tahun 1935 perusahan ini berhasil membuat sumur pengeboran minyak sebanyak 957 sumur yang tersebar di wilayah Tarakan yaitu, diwilayah pamusian sebanyak 857, sesanip 32, dan gunung cangkol 68 sumur.

Setiap satu sumur pengeboran memiliki satu Menara, fungsinya sebagai proses pengangkatan fluida reservoar dari dalam tanah melalui komponen peralatan seperti pipa tangki pengumpul dan pompa angguk (sucker road pump).

Hariyanto Humas Pertamina EP Asset 5 Tarakan saat ditemui awak tarakankota, Jum’at (12/08) mengatakan, menara juga berfungsi sebagai Rig. Dikarenakan pada waktu itu belum ada rig mobile yang dapat pindah-pindah.

“sehingga setiap kali mereka melakukan pengeboran mereka selalu membuat menara. Dapat kita lihat sisa-sisa menara yang masih utuh diwilayah KP.1, KP.IV dan KP. VI dan dahulunya menara ini tercatat sebanyak 1.448 menara, artinya ada 1.448 sumur minyak dan yang aktif hingga saat ini hanya 80 sumur,”ungkap Hariyanto.

Perusahaan BPM memegang konsesi selama 40 tahun, dan berakhir sekitar tahun 1942 seiring invasi Jepang yang masuk menguasai lapangan-lapangan minyak yang sudah dibangun Belanda.

Minyak sangat vital pada masa itu, selain bisnis dan penggerak industri, minyak juga dijadikan sebagai bahan bakar mesin perang. kedatangan Dai Nippon di pulau Tarakan menandai masuknya Jepang pertama kali di kepulauan nusantara Indonesia tepatnya 11 Januari 1942.

Belanda tak mau begitu saja menyerahkan sumur-sumur yang sudah mereka bangun sejak awal kedatangannya 1897. Perang memperebutkan wilayah kekuasaanpun tak terelakkan. Jepang menyerang serdadu Belanda yang bertahan dipulau ini guna mengambil alih ladang minyak. Dalam waktu tiga hari Jepang berhasil menaklukan 2.000 prajurit belanda dengan 15.000 prajuritnya dibawah pimpinan Jendral Sakaguchi. Komandan Militer Belanda Letnan Kolonel De Waal menyerah dengan menyerahkan semua pengelolaan lapangan minyak Tarakan.

Bangsa eropa yang sudah terusik oleh Jepang yang ingin menguasai Asia. mulai kembali merebut satu demi satu wilayah yang diduduki Jepang. Seiring dengan kekalahan tentara Jepang dibeberapa front, maka berdasarkan perintah brigade 26 divisi ke-9 dan divisi ke 7 Australia diperintahkan merebut dan menguasai kembali sumber-sumber minyak di pulau Kalimantan.

Tepatnya 1 Mei 1945 Tarakan kembali digempur dan dibumi hanguskan oleh 20.000 serdadu sekutu dengan melawan 2.000 prajurit Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jepang yang menduduki Tarakan. Pertempuran hebat dan berdarah ini terjadi hingga dua bulan, barulah Tarakan dapat dikuasai kembali oleh sekutu.

Pulau kecil yang mempunyai sumber daya alam berupa minyak bumi ini yang menjadi triger peperangan dan pertempuran yang tak kalah sengitnya dengan wilayah lain seperti perang pasifik pada perang dunia II (World War II).

OZ – ARD, DKISP Kota Tarakan

kembali | Cetak

Berita Terkait


5 (lima) Berita Serba-serbi sebelumnya :

1. STQ Nasional XXIV Mendongkrak Roda Ekonomi [2017-07-21] [dibaca: 142 kali]
2. Antisipasi Serangan Malware Ransomware Wannacrypt [2017-05-18] [dibaca: 119 kali]
3. Pamerkan keindahan ikan air tawar [2017-05-15] [dibaca: 124 kali]
4. Latsidarda XXXVII Pukau warga Tarakan [2017-04-21] [dibaca: 104 kali]
5. Sukhoi SU-27 Flanker Force Down Pesawat Asing [2017-03-16] [dibaca: 191 kali]